ISU-ISU PENDIDIKAN ISLAM DI MADRASAH
Dalam dunia pendidikan islam, salah satunya adalah madrasah, merupakan lembaga pendidikan yang berciri khas
Islam yang memiliki nilai jual yang tingga pada kala itu serta menarik
perhatian masyarakat dewas ini. Minat ummat Islam terhadap madrasah sebenarnya
cukup tinggi. Di beberapa daerah, jumlah siswa madrasah Ibtidaiyah dan
Tsanawiyah bahkan lebih banyak daripada jumlah siswa Sekolah Dasar atau
SLTP.
Di mata mereka, madrasah memiliki beberapa kelebihan jika
dibandingkan dengan sekolah umum. Madrasah, terutama yang ada di dalam
pondok pesantren, memberikan bekal mental keagamaan (keimanan dan ketaqwaan)
yang kuat kepada siswanya. Selain itu juga, di madrasah juga para siswa di
ajarkan ilmu-ilmu umum yang ada pada sekolah umum lainnya. Sehingga di madrasah
itu sudah lengkap ada keagamaan dan keduniawian.
Namun patut disayangkan, kualitas lembaga pendidikan madrasah pada
saat ini berada dibawah standar, baik dilihat dari segi agama maupun dari segi
pendidikan umumnya. Di bidang pendidikan agama madrasah ini kalah dari madrasah
yang ada di dalam pesantren, di bidang pendidikan umum madrasah kalah dari
sekolah umum yang ada di sekitarnya.
Madrasah yang ada di dalam pondok masih agak lumayan, walaupun
kualitas pendidikan umumnya mungkin kalah jika dibandingkan dengan standar
sekolah umum tetapi di bidang pendidikan agama kebanyakan dari mereka memiliki
kualitas di atas standar. Sedangkan di sekolah umum, mereka lebih maju dari
pada madrasah yang ada walaupun dari segi agama mereka kurang.
Pada dasarnya permasalahan yang ada dimadrasah itu bukan dari
murid, guru ataupun sekolah itu sendiri. Melainkan semua komponen yang ada
dalam ruang lingkup sekolah juga menjadi penyebab kenapa madrasah pada saat ini
kurang eksis di kalangan masyarakat. Diantaranya adalah
1)
Kurikulum
yang digunakan sekolah itu sendiri. Karena akan menentukan pelajaran apa yang
akan di sampaikan
2)
Kurangnya
tenaga pengajar yang profesional di madrasah. Sehingga menyebabkan madrasah
memiliki guru yang kemampuannya di bawah standar.
3)
Struktur
organisasi yang ada disekolah
4)
Proses
pendidikan yang ditempuh siswa, baik dalam kelas atau luar kelas
5)
Siswa
dan tempat pendidikan itu dilaksanakan.
Dalam
madrasah, di perlukan stategi dalam meningkatkan mutu pendidikan yang ada di
madrasah itu sendiri agar tercapai pendidikan yang diharapak oleh masyarakat. Perlu
diketahui strategi adalah suatu cara dalam
bertindak yang akan digunakan agar tercapai hasil optimal oleh si perancang
strategi itu. Sedangkan mutu adalah ukuran nilai/penghargaan yang diberikan
kepada barang atau jasa berdasarkan pertimbangan kerja yang dihasilakn oleh
barang atau jasa itu sendiri.
Ada beberapa kelemahan
yang dimiliki oleh madrasah, yaitu :
1. Secara struktural, pola kebijakan penyelenggaraan madrasah cenderung
bersifat sentralistik. Hampir setiap urusan diatur dan dikendalikan secara
terpusat, mulai dari sistem pengelolaan lembaga sampai kepada teknis
pengelolaan pembelajaran. Sedangkan karena guru hanya bertindak sebagai
operator.
2. Secara manajerial, sistem
pengangkatan tenaga pendidik yang berlum profesional dan masih bermakna defendent,
keadaan ini cenderung mempengaruhi proses perkembangan madrasah. Begitu
juga dengan pengangkatan dan pembinaan kepala sekolah sebagai figur sentral di
sekolahnya.
3. Secara finansial, madrasah dalam
posisi ini masih sangat kekurangan. Perhatian pemerintah dirasakan belum begitu
optimal bila dibandingkan dengan sekolah-sekolah umum lainnya.
4. Secara potensial, pemberdayaan peran serta masyarakat baru pada kepentingan
dukungan finansial dan terbatas lewat BP3, sedangkan sumber-sumber daya
pendidikan yang lainnya masih belum terjamah secara optimal untuk penyelenggara
pendidikan.
5. Belum adanya organisasi yang berjuang sungguh-sungguh untuk kepentingan
madrasah secara umum.
Dalam rangka untuk meningkatkan mutu
madrasah baik secara kualitatif dan kuantitatif. Perlu dilakukan strategi untuk
meningkatkan mutu tersebut. Namun, dalam hal dibutuhkan kerjasama dan keterlibatan
semua pihak yang berkepentingan dengan madrasah. strategi peningkatan mutu
madrasah yang dapat dilakukan dengan usaha sebagai berikut :
1. Akuntabilitas
proses
Merupakan suatu proses yang dapat diminta pertanggung jawabannya atas apa
yang sudah dikerjakan.
2. Profesionalisme
Di dalam
madrasah, guru dan kepala sekolah haruslah yang profesional dalam bidangnya
serta mempunyai pengalaman. Jangan sampai guru PAI mengajar Biologi atau
pelajaran lainnya. Atau kepala sekolah yang diangkat karena hubungan saudara,
bukan karena keahlian.
3. Meningkatkan
anggaran biaya
Hal ini
dilakukan agar mutu pendidikan di madrasah dapat semakin maju, baik sarana
maupun prasarana yang ada. Pihak sekolah juga harus pintar dalam mencari biaya
untuk operasional sekolah. Jika gaji para guru mencukupi maka pembelajaran
kepada siswa bisa lebih optimal.
4. Menigkatkan
peran serta masyarakat
Pihak sekolah harus dapat berkomunikasi dengan baik antara masyarakat
sekitar serta wali murid. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami,
mengawasi, dan membantu sekolah dalam pengelolaan termasuk dalam kegiatan
belajar. Selain
5. Evaluasi
diri
evaluasi diri ini merupakan keadaan dimana kita dapat melihat tingkat
keberhasilan proses pendidikan yang berlangsung serta kelemahannya sehingga
dapat segera diperbaiki. Evaluasi merupakan hal yang penting karena dengan
evaluasi kita dapat mengetahui keberhasilan yang dicapai dan mana
komponen-komponen yang akan diperbaiki untuk selanjutnya.