Kamis, 28 Mei 2015

25 Mei 2015

Tokoh Pendidikan Islam K.H. Ahmad Dahlan
1.      Biografi Ahmad Dahlan
Beliau dilahirkan di kauman (Yogyakarta) tahun 1868 dan meninggal pada tanggal 25 Pebruari 1923. Nama kecilnya Muhammad Darwis. Ayahnya bernama. K.H. Abu Bakar, seorang imam dan khatib masjid besar kraton Yogyakarta. Ibunya bernama Siti Aminah. Beliau berasal dari keluarga yang didaktis dan alim dalam ilmu agama. Sejak kecil beliau diasuh dan dididik sebagai putera kiyai. Pendidikan dasarnya dimulai dengan belajar membaca, menulis, mengaji Al-Qur’an, dan kmitab-kitab agama. Menejelang dewasa, ia mempelajari dan mendalami ilmu-ilmu agama kepada beberapa ulama’ besar pada waktu itu. Diantaranya , K.H. Muhammad Saleh (ilmu fiqih), K.H.Mahfudz dan Syekh Khayyat Sattokh (ilmu hadis) ,Syekh Amin dan Sayyid Bakri (Qiraat Al-Qur’an). Dalam usia relatif muda, beliau telah mampu menguasai beberapa disiplin ilmu keislaman.
Setelah beliau lulus pendidikan dasar di madrasah dalam bidang nahwu, fiqih dan tafsir di Yogyakarta, beliau pergi ke makkah pada tahun 1890 untuk menuntut ilmu di sana selama satu tahun. Salah satu gurunya adalah Syekh Ahmad Khatib. Sekitar tahun 1903, beliau kembali ke makkah dan menetap di sana selama dua tahun. Sepulang dari makkah beliau berganti nama Haji Ahmad Dahlan. Kemudian beliau menikah dengan siti Waalidah putri Kyai Penghulu Haji Fadhil.
Disamping itu KH. Ahmad Dahlan pernah pula menikahi Nyai Abdullah, janda H. Abdullah. la juga pernah menikahi Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga mempunyai putera dari perkawinannya dengan Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu) Cianjur yang bernama Dandanah. Ia pernah pula menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta.
2.      Pemikiran K.H. Ahmad Dahlan Tentang Pendidikan Islam
Beliau mengatakan, uapaya strategis untuk menyelamatkan umat islam dari berpikir statis menuju pemikiran yang dinamis adalah melalui pendidikan.umat islam dididik agar cerdas, kritis, dan memiliki daya analisis yang tajan dalam membaca dinamika kehidupan yang akan datang. Adapun kunci bagi kemajuan umat islam adalah kemabali pada Al-Qur’an dan hadits, mengarahkan umat islam pada pemahaman ajaran islam yang komprehensif, dan menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
Pendidikan islam hendaknya menjadi media dan mampu mengembangkanal-ruh dan al-akal.hal ini disebabkan di alam ini ada dua dimensi yaitu dimensi pisika dan metapisika. Manusia adalah integrasi dari dua dimensi yaitu dimensi ruh dan jasad. Maka aktivitas pendidikan harus mampu mengembangkan dimensi tersebut. Dan perlunya pengkajian ilmu pengetahuan secara langsung sesuai prinsip-prinsip Al-Qur’an dan Hadits.Ahmad Dahlan melihat bahwa problem epistemologi pendidikan islam tradisional disebabkan karena ideologi ilmiahnya terbatas pada dimensi religius yang membatasi pada pengkajian kitab-kitab  klasik, khususnya dalam madzhab syafi’i. Sikap ilmiah yang demikian mengakibatkan umat islam tidak mampu menganalisa ilmu pengetahuan secara kritis sehingga kurag mampu berkompetisi secara preoduktif dan kreatif terhadap perkembangan peradaban kekinian.
Menurut ahmad Dahlan pendidikan islam hendaknya diarahkan untuk membnetuk manusia muslim yang berbudi pakerti luhur, alim dalam agama, luas pandangan dan paham masalah ilmu keduniaan, serta bersedia berjuang demi kemajuan masyarakatnya. Untuk mencapai tujuan ini, hendaknya pendidikan islam hendaknya mengakomodasi berbagai ilmu pengetahuan, baik umum maupun agama, untuk mempertajam intelektualitas dan memperkokoh spiritualitas peserta didik. 
Upaya ini akan terwujud jika proses pendidikan bersifat integral dan epistemologi islam hendaknya dijadikn landasan metodologis dalam kurikulum dan bentuk pendidikan yang dilaksanakan. Menurut Ahmad Dahlan, Materi pendidikan adalah pengajaran Al-Qur’an dan hadits, membaca, menulis, berhitung, ilmu bumi, dan menggambar. Sistem pemdidikan yang diapakai beliau adalah klasikal, beliau ingin menggabungkan sistem pendidkan belanda dengan sistem pendiidkan tradisional secara integral.
Materi Al-Qur’an dan hadits yaitu ibadah, persmaan derajat, fungsi perbuatan manusia dalam menentukan nasibnya, musyawarah, pembuktian kebenaran Al-Qur’an dan hadits menurut akal, kerjasama anatara agama-kebudayaan keamajuan peradaban, hukum kausalitas perubahan,,nafsu dan kehendak, demokratisasi, dan liberalisasi, kebebasan berpikir, dinamika kehidupan dan peranannya, dan akhlak.
Komitmen ahmad dahlan terhadap pendidikan agama adalah sanagat kuat, untuk itu beliau masuk orgnasisasi Budi Oetomo pada tahun 1909, untuk mendapatkan peluang mengajarkan pendidikan agama kepada para anggotanya. Komitmen terhadap pendidikan selanjutnya menjadi salah satu ciri khas organisasi yang didirikannya pada tahun 1912 yaitu Muhammadiyah.
Pandangan ahmad dahlan dalam pendidikan juga dapat dilihat dalam kegiatan pendidikan yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah. Dalam bidang pendidikan muhammadiyah melanjutkan model sekolah yang digabungkan dengan sistem pendidikan gubernemen. Disamping itu , Muhammadiyah mendirikan sekolah yang agamis yaitu madrasah diniyah di minangkabau untuk memperbaiki pengajian Al-Qur’an yang tradisional. Pada tanggal 8 Desember 1921, Muhammadiyah  mendirikan pondok Muhammadiyah sebagai sekolah pendidikan guru agama. Dalam sekolah tersebut pelajaran umum diberikan oleh dua orang guru dari sekolah pendidikan guru (kweekschool), sedangkan ahmad dahlan dan beberapa orang lainnya memberikan pelajaran agama yang lebih mendalam.
Muhammadiyah  berhasil melanjutkan model pembaruan pendidikan dikarenakan lingkungan sosial yang dihadapi adalah terbatas pada pegawai, guru maupun pedagang. Kelompok ini banyak menguasai perusahaan percetakan yang secara ekonomis sangat penting di masyarakat. Oleh karena itu, muhammadiyah dengan model pendidikan barat ditambah dengan pendidikan agama, mendapatkan hasil yang baik dalam kalangan ini. Diantara sekolah-sekolah yang tertua dan besar yaitu :
a.  Kweekschool Muhammadiyah, di Yogyakarta
b. Mu’allimin Muhammadiyah, di Solo, Yogyakarta dan Jakarta
c. Zu’ama/Za’imat di Yogyakarta
d. Kulliyah Muballigh/Muballigat di Padangpanjang Sumatera Tengah
e.       Tabligh School dan HIK School di Yogyakarta
Dari uraian di atas dapat kita ketahui bahwa ide-ide pendidikan menurut Ahmad Dahlan yaitu
a. Pembaruan di bidang lembaga pendidikan, yang semula sistem pesantren menjadi sistem sekolah.
b. Beliau memasukkan pelajaran umum ke sekolah-sekolah agama atau madrasah
c. Perubahan pada metode pengajaran sosrogan menjadi metode yang bervariasi
d. Dengan organisasi Muhammadiyah beliau berhasil mengembangkan lembaga pendidikan yang lebih bervariasi dan manajemen yang modern


Selasa, 12 Mei 2015

04 Mei 2015



SISTIM PENDIDIKAN NASIONAL
Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Visi Pendidikan Nasional
          Memberdayakan semua warga negara Indonesia, sehingga dapat berkembang menjadi manusia berkualitas yang mampu bersaing dan sekaligus bersanding dalam menjawab tantangan zaman.
Misi Pendidikan Nasional
  1. Mengupaya perluasan dan pemeratan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Membantu dan memfasilitasi perkembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. 
  3. Meningkatkan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermora
  4. Meningkatkan keprofesionalan dan akunbalitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu berdasarkan standar nasional dan global.
  5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks NKRI.
Berdasarkan visi dan misi pendidikan nasional tersebut, maka fungsi pendidikan nasional adalah Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tujuan Pendidikan Nasional 
Untuk mengembangkan potensi-potensi peserta didik yang menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Strategi Pendidikan Nasional
1.    Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia.
2.    Perkembangan kurikulum berbasis kopetensi.
3.    Proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis.
4.    Evaluasi, Akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan.
5.    Peningkatan keprofesionalan tenaga kependidikan.
6.    Penyediaan sarana yang mendidik.
7.    Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan.
  1. Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata.
  2. Pelaksanan wajib belajar.
  3. Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan.
  4. Pemberdayaan peran masyarakat.
  5. Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat.
  6. Pelaksanan pengawasan dalam system pendidikan nasional.
Dengan strategi tersebut diharapkan visi, misi dan tujuan pendidikan nasional dapat terwujud secara efektif dengan melibatkan berbagai pihak secara aktif dalam penyelenggaraan pendidikan.

Jenjang Pendidikan Jenjang Pendidikan
Jenjang pendidikan formal terdiri atas:Pendidikan dasar (SD dan SMP, MTS) Pendidikan menengah (SMA, MA, SMK, MAK) Pendidikan tinggi (akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, universitas)

Jenis Pendidikan 
1)    Pendidikan umum ialah Pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi Contohnya : SD, SMP, SMA dan universitas
2)    Pendidikan akademi ialah Pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu (program sarjana dan pascasarjana).
3)    Pendidikan akademik ialah Pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu (program sarjana dan pascasarjana)
4)    Pendidikan kejuruan ialah Pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu. Contohnya: STM, SMTK, SMIP, SMEA
5)    Pendidikan profesi ialah Pendidikan tinggi yang diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus.
6)    Pendidikan vokasi ialah Pendidikan tinggi yang diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana.
7)    Pendidikan khusus
a.    Pendidikan Luar Biasa untuk peserta didik yang menyandang kelainan fisik/ mental. contoh : Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) ,Pendidikan Luar Biasa (PLB)
b.    Pendidikan kedinasan untuk meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai atau calon pegawai suatu departemen pemerintah atau non departemen, dan dilaksanakan di sekolah kedinasan atau pusat-pusat latihan (PUSDIKLAT) dan lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun oleh swasta.
HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA DIDIK DAN PENDIDIKAN
Hak peserta didik 
  1. Mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang di anutnya dan di ajarkan oleh pendidik yang seagama
  2. Mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.
  3. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya

Kewajiban peserta didik
1.   Menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dak keberhasilan pendidikan
2.   Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi pesera didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Hak pendidik dan tenaga kependidikan
a)    Penghasilan dan jaminan dan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai.
b)   Pengharhgaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja
c)    Pembinaan karier,sesuai dengan tuntutan dan pengembangan kualitas.

kewajiban pendidik dan tenaga kependidikan 
a)    Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan kreatif,dinamis,dan dialogis.
b)   Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan

Minggu, 10 Mei 2015

Tugas 20 April 2015

Isu-Isu Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Umum

Pengertian Sekolah
        Pengertian sekolah sendiri adalah suatu lembaga yang memang dirancang khusus untuk pengajaran para murid (siswa) dibawah pengawasan para guru. Sedangakan dalam kamus besar bahasa Indonesia pengertian sekolah adalah
a.   Bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima danmemberi pelajaran.
b.  Sebuah tempat pertemuan dimana peserta didik untuk belajar.
c.   Sebuah tempat usaha untuk menuntut kepandaian (ilmu pengetahuan
Model Pembelajaran di Sekolah Umum
1.   Model Dikotomi
Pada model ini, aspek kehidupan dipandang dengan sangat sederhana dankata kuncinya adalah dikotomi atau diskrit. Segala sesuatu hanya dilihat dari duasisi yang berlawanan yakni pendidikan agama dan pendidikan non-agama.
2.   Model Mekanisme
Model mekanisme ini memandang kehidupan terdiri atas berbagai aspekdan pendidikan dipandang sebagai penanaman dan pengembangan seperangkat nilai kehidupan, yang masing-masing bergerak dan berjalan menurut fungsinya.
3.   Model Organism atau Sistematik
Dalamkonteks pendidikan Islam, model organism bertolak dari pandangan bahwa aktivitas kependidikan merupakan suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponen bersama dan  bekerja sama secara terpadu menuju tujuuan  tertentu,  yaitu  perwujudan hidup yang religius atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai agama.
Dalam pelaksanaannya, diakui PAI mengalami banyak tantangan diantaranya; Minimnya jam pelajaran yang diberikan. Dalam waktu yang singkatitu, guru harus menyampaikan materi yang cukup padat terhadap peserta didik.Maka diperlukan suatu pendekatan yang efektif agar materi PAI dapatdisampaikan secara bermakna, sehingga dapat mengoptimalkan sedikitnya jammata pelajaran di sekolah.
Ada beberapa pendekatan yang digunakan baik itu pada tingkat sekolah dasar maupun menengah, yakni
a)    Pendekatan keimanan, yaitu memberikan peluang kepada peserta didik untukmengembangkan pemahaman adanya tuhan sebagai sumber kehidupan makhlukdi alam ini.
b)    Pendekatan pengalaman, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didikuntuk mempraktekkan dan merasakan hasil-hasil pengalaman ibadah dan akhakdalam menghadapi tugas-tugas dan masalah dalam kehidupan
c)     Pendekatan pembiasaan, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membiasakan sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran islam dan budaya bangsa dalam menghadapi masalah kehidupan.
d)    Pendekatan pembiasaan, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didikuntuk membiasakan sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran islam dan budaya bangsa dalam menghadapi masalah kehidupan.
e)     Pendekatan rasional yaitu memberikan peran pada akal peserta didik dalammemahami dan membedakan berbagai bahan ajar dalam standar materi sertakaitannya dengan perilaku yang baik dan buruk dalam kehidupan.
f)      Pendekatan emosional yaitu upaya menggugah perasaan peserta didik dalammenghayati perilaku yang sesuai dengan ajaran agama dan budaya bangsa.
g)     Pendekatan fungsional yaitu menyajikan bentuk semua standar materi (Al-Qur’an, keimanan, akhlak, fiqih, dan tarikh) dari segi manfaatnya bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dalam arti yang luas.
h)    Pendekatan keteladaan yaitu menjadikan figure guru agama dan nonagamaserta semua pihak sekolah sebagai cermin manusia yang berkepribadian 

Prinsip pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang harus diperhatikan guru yaitu:
1.  Berpusat pada siswa
2.  Belajar dengan melakukan Belajar bukan hanya sekedar mendengarkan, mencatat sambil duduk di bangku,akan tetapi belajar adalah proses beraktivitas.
3.  Mengembangkan kecakapan sosial
4.  Mengembangkan fitrah bertuhan
5.  Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah
6.  Mengembangkan kreativitas siswa
7.  Mengembangkan pemanfaatan ilmu dan teknologi
8.  Menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara yang baik
9.  Belajar sepanjang hayat
10.         Mendorong siswa mencari ilmu di mana pun ia berada