Isu-Isu Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Umum
Pengertian Sekolah
Pengertian
sekolah sendiri adalah suatu lembaga yang memang dirancang khusus untuk
pengajaran para murid (siswa) dibawah pengawasan para guru. Sedangakan dalam
kamus besar bahasa Indonesia pengertian sekolah adalah
a.
Bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima
danmemberi pelajaran.
b. Sebuah tempat pertemuan dimana peserta didik untuk
belajar.
c.
Sebuah tempat usaha untuk menuntut kepandaian (ilmu pengetahuan
Model Pembelajaran di Sekolah Umum
1.
Model Dikotomi
Pada model ini, aspek kehidupan dipandang dengan
sangat sederhana dankata kuncinya adalah dikotomi atau diskrit. Segala sesuatu
hanya dilihat dari duasisi yang berlawanan yakni pendidikan agama dan
pendidikan non-agama.
2.
Model Mekanisme
Model mekanisme ini memandang kehidupan terdiri atas
berbagai aspekdan pendidikan dipandang sebagai penanaman dan pengembangan
seperangkat nilai
kehidupan, yang masing-masing bergerak dan berjalan menurut fungsinya.
3.
Model Organism atau Sistematik
Dalamkonteks pendidikan Islam, model organism bertolak dari pandangan bahwa aktivitas
kependidikan merupakan suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponen bersama
dan bekerja sama secara terpadu menuju tujuuan tertentu,
yaitu perwujudan hidup yang religius atau dijiwai oleh ajaran dan
nilai-nilai agama.
Dalam
pelaksanaannya, diakui PAI mengalami banyak tantangan diantaranya; Minimnya jam
pelajaran yang diberikan. Dalam waktu yang singkatitu, guru harus menyampaikan
materi yang cukup padat terhadap peserta didik.Maka diperlukan suatu pendekatan
yang efektif agar materi PAI dapatdisampaikan secara bermakna, sehingga dapat
mengoptimalkan sedikitnya jammata pelajaran di sekolah.
Ada beberapa pendekatan yang digunakan baik itu pada
tingkat sekolah dasar maupun menengah, yakni
a)
Pendekatan keimanan, yaitu memberikan peluang kepada peserta didik
untukmengembangkan pemahaman adanya tuhan sebagai sumber kehidupan makhlukdi
alam ini.
b)
Pendekatan
pengalaman, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didikuntuk mempraktekkan
dan merasakan hasil-hasil pengalaman ibadah dan akhakdalam menghadapi
tugas-tugas dan masalah dalam kehidupan
c)
Pendekatan
pembiasaan, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membiasakan
sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran islam dan budaya bangsa dalam
menghadapi masalah kehidupan.
d)
Pendekatan
pembiasaan, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didikuntuk membiasakan
sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran islam dan budaya bangsa dalam
menghadapi masalah kehidupan.
e)
Pendekatan rasional yaitu memberikan peran pada akal peserta didik
dalammemahami dan membedakan berbagai bahan ajar dalam standar materi
sertakaitannya dengan perilaku yang baik dan buruk dalam kehidupan.
f)
Pendekatan emosional yaitu upaya menggugah perasaan peserta didik
dalammenghayati perilaku yang sesuai dengan ajaran agama dan budaya bangsa.
g)
Pendekatan
fungsional yaitu menyajikan bentuk semua standar materi (Al-Qur’an, keimanan,
akhlak, fiqih, dan tarikh) dari segi manfaatnya bagi peserta didik dalam
kehidupan sehari-hari dalam arti yang luas.
h)
Pendekatan keteladaan yaitu menjadikan figure guru agama dan
nonagamaserta semua pihak sekolah sebagai cermin manusia yang
berkepribadian
Prinsip pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang harus
diperhatikan guru yaitu:
1. Berpusat pada siswa
2. Belajar dengan melakukan Belajar bukan hanya sekedar mendengarkan, mencatat
sambil duduk di bangku,akan tetapi belajar adalah proses beraktivitas.
3. Mengembangkan kecakapan sosial
4. Mengembangkan fitrah bertuhan
5. Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah
6. Mengembangkan kreativitas siswa
7. Mengembangkan pemanfaatan ilmu dan teknologi
8. Menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara yang baik
9. Belajar sepanjang hayat
10.
Mendorong siswa mencari ilmu di mana pun ia berada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar